oleh

Harga Garam di Sibolga Naik Empat Kali Lipat

-Sibolga-2.835 views
Keterangan foto: Ibu Dody saat menunjukkan stok garam di gudangnya yang tinggal sedikit karena mahalnya harga garam. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 24/7 (Batakpost.com)-Naiknya harga garam untuk perebusan ikan di Sibolga satu bulan terakhir ini membuat para perebus ikan di ‘Negeri Berbilang Kaum ini’menjerit. Bagaimana tidak, selama ini mereka membeli garam hanya Rp80-90ribu/sak ukuran 50kg. Namun belakangan ini harga garam terus menanjak naik sampai menembus angka Rp328ribu/sak. Jika dibagikan dengan ukuran kilo gram, maka harganya Rp6.560/kg. Padahal sebelumnya sekitar Rp1.600/kg.

Salah satu Distributor garam di Sibolga, Toko Asi Raja yang beralamat di Jalan Suparman Sibolga mengakui, bahwa harga garam 1 sak yang 50 kg, dengan plastik warna biru Rp325ribu/sak. Sedangkan garam yang plastiknya warna putih Rp328ribu/sak.

Sejumlah pengusaha perebusan ikan yang dijumpai di Sibolga mengaku menjerit akibat kenaikan harga garam tersebut. Diakui mereka, jika harga garam tidak segera turun, maka usaha mereka dipastikan tutup.

“Kami sudah mengurangi produksi perebusan ikan akibat mahalnya harga garam yang mencapai empat kali lipat. Yang membuat kami pusing, harga garam naik selangit namun harga ikan justru anjlok. Jadi tidak sebanding lagi pengeluaran dengan pemasukan. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah pusat agar segera mencari solusi mengatasi harga garam ini,”keluh Mulyadi pengusaha perebusan ikan kemarin.

Menurut informasi dari pihak Distributor garam yang di Sibolga, Toko Asia Raya, mahalnya harga garam diakibatkan gagal panen yang terjadi di Madura. Selain itu juga, tidak masuknya garam dari India turut mempengaruhi kenaikan harga tersebut.

Selain di Sibolga, para perebus ikan yang ada di Tapteng juga mengalami hal yang sama. Hanya saja harga garam di Pandan sedikit lebih murah dari Sibolga, yakni Rp275ribu per karung ukuran 50kg.

“Kami menjual Rp275ribu /karung kepada para perebus ikan. Itupun dengan sistim kredit. Jika hasil rebusan mereka sudah dijual, barulah mereka bayar cicilannya kepada kami. Dan kami sudah mengurangi pembelian stok garam, karena mahalnya,”kata ibu Dody beberapa waktu yang lalu. (HAT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed